Penghijauan Sumber


Program: Pelestarian dan Perawatan Area Sumber Air bersama mahassiswa KKNT - 34

1. Latar Belakang dan Tujuan

Area sumber air merupakan aset vital yang harus diproteksi dari ancaman kekeringan dan pendangkalan. Program ini bertujuan untuk:
Meningkatkan Debit Air: Melalui penanaman pohon dengan daya serap air yang tinggi.
Mencegah Erosi: Menguatkan struktur tanah di sekitar sumber agar tidak terjadi longsor atau sedimentasi.
Edukasi Ekologi: Mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan dan tidak merusak vegetasi di area tangkapan air.

2. Kegiatan Penanaman (Reboisasi Lokal)

Tahap awal dimulai dengan penanaman bibit pohon yang dipilih secara khusus berdasarkan karakteristik daerah aliran sungai (DAS).
Jenis Pohon: Menggunakan bibit pohon seperti Beringin (Ficus benjamina), Aren, atau Bambu, yang dikenal mampu mengikat air di dalam tanah secara efektif.
Metode: Penanaman dilakukan dengan pola sabuk hijau (green belt) di sekeliling pusat mata air dengan jarak tanam yang diatur agar tidak mengganggu akses pengambilan air oleh warga.

3. Sistem Perawatan Berkelanjutan

Penanaman hanyalah langkah awal; keberhasilan program ini terletak pada perawatan rutin yang meliputi:
Pembersihan Gulma: Membersihkan tanaman pengganggu di sekitar bibit baru agar nutrisi terserap maksimal.
Pembuatan Pagar Pelindung: Memasang barikade sederhana di sekitar bibit agar tidak rusak oleh hewan ternak.
Monitoring Pertumbuhan: Pengecekan berkala terhadap kesehatan pohon dan penyulaman (mengganti bibit yang mati) secara rutin.
Sanitasi Area: Aksi bersih-bersih sampah di sekitar kolam sumber air untuk menjaga kualitas air dari pencemaran limbah domestik.
Catatan Penting: Kelestarian sumber air bukan hanya tentang menanam pohon hari ini, tapi tentang memastikan pohon tersebut tumbuh besar untuk anak cucu kita.