Sejarah Kelurahan Betet Kota Kediri


Kelurahan Betet adalah salah satu dari 15 kelurahan yang berada di Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur. Secara geografis, Kecamatan Mojoroto terletak di bagian Timur Kota Kediri, bagian dari dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 67 meter di atas permukaan laut.

ALUR SEJARAH KELURAHAN BETET

Berdasarkan analisis Historis mengapa Kelurahan Betet ini diberi nama Kelurahan Betet. Berbicara mengenai Sejarah berdirinya Desa Betet ini tidak terlepas dengan Sejarah perjuangan Bangsa Indonesia untuk membebaskan diri dari belenggu penjajah dan erat sekali hubungannya dengan Perang Trunojoyo yang terjadi pada tahun 1679.
Pada waktu lascar Trunojoyo keseser Perangnya (tidak berdaya) melawan prajurit mataram yang dibantu oleh Kompeni. Trunojoyo bersama RM. Ronggo wijoyo atau sebutan atau dalam keprajuritan terkenal dengan nama Onggojoyo (Tangan kanan Trunojoyo ) dapat meloloskan diri menuju ketimur sampai disebuah Pegunungan (Ngantang sekarang).
Namun di Ngantang ini diketaui oleh Prajurit Mataram / Kompeni kemudian mengadakan Penggrebekan dan Trunojoyo melawan dan akirnya kalah gugur di Ngantang.
Onggojoyo mengetaui lascar Karoban musuh (dikepung musuh) dan tidak mampu mengadakan perlawanan lagi kemudian berhasil meloloskan diri bersama beberapa pengikut setianya menuju kebarat dan sampailah pada sebuah hutan. Dihutan inilah terjelama 1 lagi dolanan / parikan begini:
·        Dhempo Talu tameng, Onggojoyo numpak celeng
·        Keris bengkung tumbang mlengkung
·        Onggojoyo ditelikung
·        Ciyet- ciyet Trunojoyo tibo mencet.
Entah siapa pengarangnya, mungkin Onggojoyo sendiri atau pengikutnya dan mungkin pula lawannya.
Makam Mbah Onggojoyo
Entah suatu hari malam anggarakasih (malam selasa kliwon) Onggojoyo mangsah semedi, dibawah Pohon besar dan rindang dengan duduk Batu persegi agak Besar, niatnya bulat yaitu memohon pada Tuhan agar Perjuangannya melawan mataram atau Kompeni mendapat kemenangan.
Sekitar Pukul Sembilan wudar (pukul sembilan selesai ) semedi Onggojoyo kebetulan menengadah (ndangak jawa) melihat seekor burung berkicau dengan suara nyaring dan lantang diatas pohon besar semedinya. Kemudian Onggojoyo menanyakan kepada Pengikutnya yang setia yaitu Demang Dipo, heh kidemang coba semaken manuk Kae. Wulune ijo ngilap, cucuke kuning emas suarane bantas lan ngrangin, manuk opo kae?
Demang Dipo menjawab, Duh raden meniko engkang dipun wastani peksi Betet. Selanjutnya Onggowijoyo mengatakan:
Kepranan banget penggalih ingsun dulu manuk kuwi, lan seksenana mbesuk yen ono rajane jaman, papan iki tak jenengake Betet.
           Berdasarkan Cerita Tersebut diatas Adalah alasan mendapatkan nama Betet, atau yang sekarang menjadi Kelurahan Betet